بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Sholat Berjamaah lebih utama 27 atau 25 derajat dari pada sholat sendiri. begitu juga Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- selalu melaksanakan sholat berjamaah bersama para sahabatnya.
Maka dari itu, tidak mungkin Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- menyepelekan tata cara dalam sholat berjamaah tersebut. berikut beberapa tata cara yang harus diperhatikan oleh setiap muslim agar tidak lagi beranggapan salah dalam sholat berjamaah.
Maka dari itu, tidak mungkin Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- menyepelekan tata cara dalam sholat berjamaah tersebut. berikut beberapa tata cara yang harus diperhatikan oleh setiap muslim agar tidak lagi beranggapan salah dalam sholat berjamaah.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ
Artinya : "Rapikan shaf-shaf kalian, sesungguhnya aku melihat kalian dari punggungku. dan hendaklah setiap orang diantara kalian menempelkan bahunya kepada bahu temannya (yang disampingnya) dan kakinya dengan kaki temannya." (HR Bukhori)
Merapatkan shaf sholat adalah salah satu hal yang diperintahkan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. merapatkan bahu dengan bahu yang disampingnya, dan menempelkan kaki dengan kaki teman disampingnya.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :
Merapatkan shaf sholat adalah salah satu hal yang diperintahkan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. merapatkan bahu dengan bahu yang disampingnya, dan menempelkan kaki dengan kaki teman disampingnya.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :
أقيموا الصفوف وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل ولا تذروا فرجات للشيطان، ومن وصل صفا وصله الله، ومن قطع صفا قطعه الله
Artinya : "Rapikan Shaf-shaf kalian, rapatkan diantara bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah (dalam shaf) dan janganlah kalian tinggalkan sedikitpun celah untuk setan. barang siapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambung baginya, dan barang siapa yang memutuskan shaf maka Allah akan memutuskannya." (HR Abu Dawud)
Dalam dua hadist diatas Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- memerintahkan kita untuk senantiasa merapatkan shaf dengan menempelkan mata kaki kita dengan mata kaki teman sebelah kita dan juga bahu. dan untuk tidak meninggalkan sedikit celah bagi setan untuk mengganggu kita dalam sholat. wallahu a'lam.
Dalam dua hadist diatas Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- memerintahkan kita untuk senantiasa merapatkan shaf dengan menempelkan mata kaki kita dengan mata kaki teman sebelah kita dan juga bahu. dan untuk tidak meninggalkan sedikit celah bagi setan untuk mengganggu kita dalam sholat. wallahu a'lam.
# Sumber :
Fath Al-Bari (edisi bahasa Arab), karya Ibnu Hajar Al-Asqolani.
Cara Berlangganan Artikel Islami baca disini.
Kunjungi Artikel Islami [Dot] Com melalui ponsel anda dialamat : m.artikelislami.com
RSS Feed







11:16 AM
HAPIA Mesir


22 komentar:
semakin detil dan mendasar, sebagai pondasi untuk ibadah-ibadah selanjutnya
mari merapatkan barisan
dakwah yang sanagat menambah keislaman
siiip blognya mantap aku pingin tukeran link nih
benar sob. . .
harus merpatkan kaki. .
supaya syaitan tidak menyelip dan mengganggu. .
Makasih untuk sharingnya sob...
Wah bener tuh sob.. n'tar kalo gak rapat shaf ya, setan akan bisa nyelip! Tx informasinya
semoga kita semua termasuk orang2 yang gemar sholat berjamaah dan selalu memakmurkan masjid.
trims atas tausyiahnya sangat bermanfaat sekali, sukses selalu n tetap semangat
Luruskan shafmu... silaturahmi saja...
asalamualaikum...
waha pencerahan baru mantep sob
memang biasnya sebelum jamaah imam selalu ngingetin
buat ngrapetin dan lurusin shaf...
sukses slalu!
Tanya boleh kan..? Terus kalau perempuan juga harus merapatkan kaki juga dengan yang ada di dekatnya..? Soalnya setahuku yang merapatkan kaki cuma laki2 aja, sementara perempuan cuma merapatkan bahunya.
ini lah yang terkadang d lupakan oleh jamaah saat salat d masjid....
info yang bermanfaat kawan,makasih ya..
makasih sudah berbagi informasi ini sahabat...
sekarang di masjid dekat rumah saya juga dianjurkan untuk merapatkan barisan saat sholat...
kata kakek saya dulu,"kalo barisannya tidak rapat,entar ditempati setan"
matur tengkiyu atas infonya,,,
hmm........bai postnya
salam hangat dari blue
sennag dapat ilmu agama dr abang
Assalamualaikum ya sohib... Saya juga bingung, ada sebagian orang yang saya tempelkan kaki dan bahu, malah kakinya dilebarin banget sehingga bahunya gak nempel dan kaki terlihat seperti ngangkang lebar banget. ini seperti berlebihan,,, ustadz saya mengajarkan bah hadist ini juga mengajarkan agar lebar kedudukan kaki sama dengan lebar bahu kita, jadi tidak berlebihan, duduk dan berdiri sudah pas tidak berdesakan-desakan juga tidak saling berjauhan (tidak rapat)... hanya sekdar berbagi...
pak budi@ memang begitu seharusnya..jadi jika ada yang melebarkan lebih dari seharusnya..tolong diingatkan..jazakallah kher..
Seharusnya memang begitu (menurut hadis di atas yg sob tulis), cuma kok susah ya untuk mengajak orang lain berada dlm posisi di atas ? Biasanya, selalu aja ada celah beberapa cm antara kaki, apalagi bahunya ?
bagus banget infonya mas...kebanyakan kalau lagi sholat berjamaah jarakny mngkin bisa sampe 2-3 cm mas, jdi mata kaki gak nempel..dengan baca info ini saya lebih banyak tau tentang sholat berjamaah..trim's
ternyata yang sangat penting dalam merpatakan shof dalam shalat adalah menempelkan bahu dengan bahu, bukan hanya kaki. Seandainya hanya kaki yang dirapatkan, coba perhatikan... Pasti celah terlihat lebih nyata
Bismillaah,
Sebab awal enggannya orang merapatkan shaf adalah kesalahan berdiri. Mereka berdiri dengan jari-jari kaki kanan menyerong ke kanan dan jari-jari kaki kiri menyerong ke kiri. Padahal, Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam berdiri dengan menghadapkan jari-jari kakinya lurus ke kiblat seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abi Humaid.
Cara berdiri yang salah menyebabkan masalah saat merapatkan shaf:
1. jari-jari kelingkingnya terinjak,
2. tidak dapat merapatkan mata kaki dengan mata kaki kawannya.
3. tidak memiliki standar shaf yang lurus.
Wallaahu a'lam.
Post a Comment
Silahkan tulis komentar anda. anda juga dapat melayangkan pertanyaan kepada kami melalui ruang Tanya Jawab pada menu navigasi di atas.